Rabu, 30 April 2014

APEL MERAH




Aku mimpi makan apel. Warnanya merah marun. Manis menggigit. Aku sudah merasakan kelezatannya meski baru kutatap. Begitu segarnya, sampai aku tak tega mengupas apel itu. Aku takut, tiap goresan pisau yang kukenakan akan mencederai warnanya. Tiap sentuhan udara akan mengubah segar dagingnya. Kenapa kelezatan apel hanya bisa hadir lewat goresan pisau? Bisakah kita menikmati tanpa harus mengupas, menguliti. Kutatap apel itu. Ia masih merah marun. Saat ingin kupegang, aku terbangun.

Aku terduduk di tepi ranjang. Aku berpikir, apakah aku harus merasa menyesal karena belum sempat menyentuhnya? Layakkah aku merasa kehilangan atas apa yang sebenarnya tak kumiliki? Kupeluk lutut seperti biasanya.

Aku beranjak, pergi ke kamar mandi. Kecipak air dan sebait lagu terlantun dari pojokan kamar kecil itu. #prosa08

Tidak ada komentar:

Posting Komentar