Senin, 06 Maret 2023

BUSA


"Kenapa kamu tak pernah beranjak?"

Perempuan itu bertanya sembari mencuci piring bekas makan malam.

"Apa yang pernah terjadi sebenarnya bisa membuatmu berada di tempat yang jauh, kini."

Ia berhenti sejenak, lalu menatap lelaki yang duduk di meja makan.

"Aku ingin memperjuangkanmu," ujar si lelaki, sembari membawa bekas gelas minumnya, menghampiri perempuan semampai berkaos putih itu.

"Kenapa kamu masih memperjuangkanku?"

Perempuan itu terus mencuci.

"Karena kamu adalah perempuan yang layak diperjuangkan," ujar si lelaki. Dia mengambil spons, lalu mencuci gelasnya sendiri.

Perempuan itu menatap lelaki yang kini berdiri di sampingnya. Masih dengan busa yang menggelembung di tangannya, ia mencubit lelaki itu. Tak ada suara. Hanya keran air yang menyala. #nunpoem

Sanur, 18 Juni 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar